Berita Terbaru Indonesia

Informasi Terupdate dan Terkini

Ini Sosok Ma’ruf Amin Yang Menjadi Cawapres Jokowi

Berita Politik – Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin menjadi calon wakil presiden yang akan diusung oleh Joko Widodo. Sosok dari Ma’ruf Amin sendiri tidaklah asing di Indonesia. Ma’ruf Amin telah cukup dikenal dan tidak perlu diragukan lagi kiprahnya di bidang politik dan juga agama.

Dimulai dari Pemilu 1971, dia sudah masuk ke dalam dunia politik. Ma’ruf Amin berhasil menjadi salah satu anggota DPRD DKI Jakarta saat usianya masih 28 tahun. Ma’ruf Amin juga beberapa kali menduduki posisi yang strategis saat menjadi legislator di Ibukota.

Dia sempat menjadi ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan dan juga menjadi Pimpinan Komisi A DPRD DKI Jakarta. Dia juga pernah membuat gebrakan saat dia bergabung bersama Partai Kebangkitan Bangsa dari PPP. Keputusan tersebut sendiri membuat dirinya menjadi Ketua Komisi VI DPR. Dia juga pernah menjadi Anggota MPR.

Pada tahun 2001-2007, dia kemudian fokus di MUI dengan menjadi Ketua Komisi Fatwa dan Dewan Syariah Nasional. Di tahun 2007 kemudian dia dipilih oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden sampai 2014.

Setahun berikutnya, saat Muhktamar NU ke 33 yang berlangsung di Jombang, pria asal Banten tersebut menjadi pimpinan PBNU periode 2015-2020.

Memiliki gelar profesor

Dalam halaman resmi Nahdatul Ulama, Ma’ruf Amin di tahun 2017 oleh Universitas Islam Negeri Maulana Magribi mendapatkan gelar profesor. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Ma’ruf Amin mendapatkan gelar profesor dengan status dosen tidak tetap di bidang Ilmu Ekonomi Syariah di UIN Malang.

Sidang senat terbuka tersebut dihadiri Presiden Joko Widodo dan juga Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Serta Menristek Dikti Muhammad Natsir serta KH Said Aqil Siroj sebagai Ketua Umum PBNU.

Sempat ada pertentangan dimana gelar dianggap tidak lazim akan tetapi Ma’ruf Amin pantas untuk mendapatkannya. Karena dia dinilai merupakan kiai dengan tradisi keilmuan klasik yang mapan.

Dia memiliki etos generasi santri salaf atau klasik yang sibuk dalam mengkaji ilmu Islam yang termaktub di kitab kuning. Dalam kajian kitab tersebut, dia tidak berhenti diskusi dan juga ngaji.

Bandar Ceme, Agen Gaple, Judi Poker, Situs Poker, DominoQQ, Agen Poker Terpercaya, LK21, Layarkaca21 Frontier Theme