Berita Terbaru Indonesia

Informasi Terupdate dan Terkini

Setelah 8 Tahun, Haruskah Kasus Dari Cut Tari Dan Luna Maya Dilanjutkan?

Setelah-8-Tahun-Haruskah-Kasus-Dari-Cut-Tari-Dan-Luna-Maya-Dilanjutkan?

Berita Terkini – Pada awal bulan Juni tahun 2010, ada kemunculan sebuah video yang memperlihatkan adegan yang tidak senonoh yang kemudian menghebohkan masyarakat Indonesia.

Kehebohan tersebut terjadi karena dalam video panas tersebut merupakan sosok yang mirip dengan artis yang cukup terkenal di Indonesia yakni Ariel Noah dan juga Luna Maya.

Tidak hanya video Ariel dan juga Luna yang beredar. Selang beberapa hari kemudian, muncul video panas lainnya yang diduga diperankan kembali oleh Ariel, akan tetapi dengan pasangan yang beda yakni Cut Tari.

Beberapa pihak kemudian mendesak pihak berwajib untuk segera turun tangan dan mengusut kasus peredaran video asusila tersebut.

Masyarakat menilai bahwa jika video tersebut bisa memberikan dampak yang buruk mengingat bahwa pemeran yang ada di dalam video tersebut merupakan sosok yang menjadi idola dari jutaan anak-anak dan juga remaja pada saat itu.

Dalam desakan itu, Polri kemudian menetapkan Ariel menjadi tersangka pada tanggal 22 Juni 2010.

Vokalis dari sebuah band yang dulunya bernama Peterpan tersebut kemudian divonis dengan masa hukuman 3,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung pada hari Senin, 31 Januari 2011. Dia dianggap bersalah telah melanggar UUD Pornografi.

Sempat “terkubur”

Sementara itu, kasus dari Cut Tari dan juga Luna Maya perlahan-lahan mulai terkubur saat kasus dari Ariel sudah masuk ke Kejaksaan. Padahal, Cut Tari dan juga Luna sudah menjadi tersangka hari Jumat, 2 Juli 2010. Keduanya dijerat Polisi dengan pasal 282 tentang Asusila.

Lama tidak terdengar lagi, kasus tersebut kemudian kembali mencuat saat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari Selasa, 7 Agustus 2018 kemarin menolak praperadilan yang diajukan oleh Lembaga Pengawasan Penegakan Hukum Indonesia atau PL3HI.

Saat itu, Florenssani Susanti yang bertindak sebagai hakim tunggal PN Jakarta Selatan tidak memiliki wewenang dalam mengurus permohonan praperadilan dari kasus Cut Tari dan juga Luna Maya karena pihak kepolisian masih belum mengeluarkan Surat Penghentian Penyelidikan Perkara atau SP3.

Polri yang kemudian telah mendengar putusan tersebut menegaskan bahwa penyidikan masih tetap akan berlanjut.

“Iya, memang masih berlanjut,” kata Brigjen Pol Mohammad Iqbal selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri saat berada di kantornya di Jakarta Selatan, Selasa, 7 Agustus 2018.

Cut Tari dan Luna Maya tidak bersalah

Akan tetapi Agustinus Pohan yang merupakan Pakar Hukum Pidana Universitaas Parahyangan menilai bahwa Bareskrim Polri sebaiknya segera menghentikan kasus tersebut. Dia menyatakan bahwa kasus itu lemah karena tidak ada pasal yang dilanggar oleh kedua artis tersebut.

“Secara hukum lemah. Perbuatan tersebut memang tidak baik, tapi apa buktinya? Dari kasus Ariel saja terbilang lemah, apalagi kasus mereka. Yang meng-upload juga bukan mereka. Mereka sendiri tidak sadar direkam dan juga disebarkan videonya. Saya rasa kasus ini tidak perlu lagi untuk dilanjutkan,” ujar Agustinus.

Dia juga menambahkan bahwa kasus tersebut tidaklah begitu penting. Hal tersebut bisa dilihat dari sikap Kejaksaan tidak terlalu mendesak Polisi atau juga mengajukan praperadilan.

“PL3HI tidak berhak untuk mengajukan praperadilan. Seharusnya kejaksaan. Koreksinya semua ada di tangan dari Kejaksaan. Kalau kasus ini penting tentunya mereka sudah mengajukan praperadilan. Kalau melihat sikap dari kejaksaan, tampak mereka menganggap kasus ini tidaklah penting,” lanjut Agustinus.

Pada saat itu dan harus diingat, Polisi kala itu mendapatkan tekanan yang cukup hebat dari publik. Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia, Mudzakir bahkan menyebutkan Cut Tari dan juga Luna Maya harus dilindungi. Dia mengatakan bahwa keduanya tidak tahu perekaman dan juga penyebaran tersebut.

Cut Tari sendiri sudah pernah meminta maaf dan juga mengaku bahwa tidak tahu terkait dengan pembuatan dari video tersebut dan diungkapkan lewat pengacaranya, Hotman Paris.

Pertanyaannya apakah kasus tersebut tidak kadarluarsa?

Kasus kedua artis kenamaan Indonesia tersebut yang kembali mencuat menimbulkan pertanyaan, apakah kasus mereka ini tidak kadarluarsa?

Menurut Agustinus Pohan menyebutkan bahwa setiap kasus atau penuntutan itu terbagi menjadi tiga tergantung dari seberapa berat ancaman hukumannya. Ada yang hanya 6 tahun, 12 tahun bahkan ada yang sampai 18 tahun.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandar Ceme, Agen Gaple, Judi Poker, Situs Poker, DominoQQ, Agen Poker Terpercaya, LK21, Layarkaca21 Frontier Theme